Iklan Header

AKSI NYATA 2 TOPIK KURIKULUM MERDEKA TENTANG PERUBAHAN KURIKULUM

gurudikdaslamongan.id | Salam bapak dan ibu guru hebat, pada kesempatan ini kita akan mengetahui tentang Perubahan Kurikulum.


AKSI NYATA 2 TOPIK KURIKULUM MERDEKA "PERUBAHAN KURIKULUM"

Perubahan Kurikulum yang akan Admin Guru Dikdas Lamongan sampaikan, sangat berkaitan erat dengan Aksi Nyata 2 Topik Kurikulum Merdeka Platform Merdeka Mengajar, tentang Mengapa kurikulum perlu berubah?

Namun sebelum kita mengetahui lebih lanjut, tentang Perubahan Kurikulum, tentunya kita harus mengetahui poin-poin apa saja yang akan Admin sampaikan.

Poin-poin penting tentang Perubahan Kurikulum yang akan Admin Guru Dikdas Lamongan sampaikan, antara lain:
  • Apa itu Kurikulum
  • Komponen Kurikulum
  • Peran dan Fungsi Kurikulum
  • Pentingnya Perubahan Kurikulum.
  • Mengapa Kurikulum Perlu Diubah
  • Tujuan Kurikulum Perlu Diubah
  • Mengapa Kurikulum Perlu Diadaptasi
  • Kurikulum Dalam Pembelajaran

Apa Itu Kurikulum

Kurikulum adalah: seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu. (Sumber: UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 Ayat 19).

Dengan adanya kurikulum, maka akan menentukan arah dan tujuan pendidikan sehingga guru jenjang satuan pendidikan dapat merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran pada kurikulum yang dipakai di satuan pendidikannya.

Melalui kurikulum, pengalaman belajar siswa dibentuk dari awal hingga akhir proses pembelajaran.

Komponen Kurikulum

Menurut Ralph Tyler dalam bukunya "Basic Principles of Curriculum and Instruction" sebagaimana yang di sampaikan oleh Itje Chodidjah selaku Pelatih Guru dan Praktisi Pendidikan dalam video Kurikulum LU 1 - apa itu kurikulum di Channel YouTube Microlearning Guru Belajar - Kemdikbud mengungkapkan, ada 4 Komponen dalam Kurikulum, antara lain:
  • Tujuan
  • Konten
  • Metode/Cara
  • Evaluasi
Secara umum, ada 3 (tiga) Klasifikasi Komponen Kurikulum, yaitu: Tujuan Pembelajaran/Konten, Panduan Pedagogi, dan Panduan Asesmen.

Peran dan Fungsi Kurikulum

Kurikulum adalah salah satu komponen penting dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Kurikulum berperan sebagai pedoman dan acuan guru dalam pembelajaran.

Fungsi kurikulum bagi guru adalah untuk memandu dalam proses belajar murid. Peran dan fungsi kurikulum dapat di optimalisasi dalam kerangka untuk:
  1. Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini.
  2. Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan.
  3. Menilai dan memilih sesuatu yang relevan atau kontekstual sebagai kontrol sosial.

Transformasi pembelajaran dengan paradigma baru menekankan pada penguatan kompetensi dan materi esensial atau bermakna. Bukan banyaknya materi atau konten, tetapi konten atau materi esensial dlam pembelajaran yang dilaksanakan secara mendalam.

Siklus pembelajaran inkuiri inilah yang di anggap cocok untuk menekankan raa ingin tahu sebagai dorongan belajar murid. Oleh karena itu, pentingnya rasa ingin tahu perlu di munculkan dan digabungkan dengan komunikasi yang menjadi bagian dari pembelajaran.

Inilah siklus pembelajaran inkuiri, diantaranya:
  • Rasa Ingin Tahu.
  • Mencari Tahu.
  • Memilah.
  • Membuat Koneksi.
  • Mengambil Makna.
  • Aksi atau Tindakan.

Pentingnya Perubahan Kurikulum

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Seperti yang sudah Admin tulis sebelumnya, bahwa  "Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai zamannya", dan terus dikembangakan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan.

Dalam Modul Merdeka Belajar, Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa "Maksud Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun sebagai anggota masyarakat".

Mengapa Kurikulum Perlu Diubah

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang ada pada jenjang satuan pendidikan harus bersifat dinamis artinya dapat diubah sesuai perubahan dan perkembangan budaya dan zaman demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan murid  di masa kini dan masa depan.

Sebagai guru, kita harus continuous dalam belajar yaitu secara terus menerus belajar untuk waktu yang berkepanjangan dan tiada henti untuk mengikuti dan memahami kondisi saat ini yang tergolong masuk dalam generasi Z dan Alpha.

Inilah alasan yang menjadi alasan mengapa kurikulum perlu diubah, karena kurikulum dirancang untuk kebutuhan peserta didik sesuai dengan zaman yang terus berkembang.

Tujuan Kurikulum Perlu Diubah

Tujuan kurikulum perlu diubah agar sesuai dengan perkembangan zaman dan di sesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan dan "Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai zamannya".

Dahulu, sewaktu di bangku sekolah pilihan cita-cita kita mayoritas ingin menjadi guru, dokter, tentara, polisi. Tetapi sekarang di zaman teknologi digitalisasi informasi saat ini, pilihan cita-cita anak didik tak lagi sama seperti kita dan sanagat beragam, ada yang ingin menjadi ilustrator, konten kreator, animasi kartun, programmer, gammer, youtuber, dan masih banyak lagi.

Inilah 3 (tiga) Tujuan Kurikulum Perlu Diubah yang sudah Admin Guru Dikdas Lamongan ringkas:
  • Mendapatkan pembelajaran yang bermakna.
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
  • Dapat memenuhi kebutuhan siswa.
Perubahan-perubahan inilah yang harus kita sadari di zaman teknologi digitalisasi informasi saat ini karena perubahan terus berkembang sesuai dengan masanya.

Mengapa Kurikulum Perlu Diadaptasi

Alasan utama mengapa kurikulum perlu diadaptasi disebabkan karena kondisi zaman yang terus berkembang dan karakteristik jenjang satuan pendidikan yang beragam, sehingga sekolah perlu melakukan adaptasi terhadap kurikulum pemerintah.

Kurikulum yang sudah di susun oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentu sudah melalui tahap perencanaan terbaik bagi seluruh peserta didik di tiap-tiap jenjang satuan pendidikan.

Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan adaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid. Kualitas literasi, numerasi, kesehatan metal dan sosial emosional murid merupakan fondasi atau prasyarat yang diperlukan murid menuju pembelajaran sepanjang hayat.

Kurikulum Dalam Pembelajaran

Dalam video Kurikulum dalam Pembelajaran mengatakan bahwa "Setiap satuan pendidikan sudah diberi kewenangan oleh pemerintah untuk mengembangkan kurikulum operasionalnya".
  1. Bersifat Dinamis.
    Kurikulum dapat mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan satuan pendidikan.
  2. Menentukan Visi
    Tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang mendasari pembelajaran.
  3. Menentukan Visi
    Cara sekolah dalam mencapau tujuan.
  4. Menentukan Tujuan Sekolah
    - Mengevaluasi tujuan akhir dari kurikulum sekolah.
    - Rencana Jangka Panjang.
    - Rencana Jangka Pendek.
  5. Menentukan Rencana Pembelajaran
    Sekolah mengatur alur tujuan pembelajaran, modul ajar, media ajar dan asesmen.
  6. Menentukan Muatan Kurikulum Sekolah.
    - Mengetahui karakteristik sekolah dan kebutuhan peserta didik.
    - Merancang beban belajar murid.
    - Profil Pelajar Pancasila.
  7. Menentukan Program Intrakurikuler
    Memilih Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan satuan pendidikan.
  8. Menentukan Program Ekstrakurikuler
    Sekolah  menawarkan kegiatan ekstrakurikuler kepada peserta didik melalui survei atas apa yang digemari.
  9. Membuat Pengorganisasian Pembelajaran
  10. Membuat Sistem Pendampingan
Dapat Diyan Shodik tulis atau catat selaku Admin Guru Dikdas Lamongan, yaitu "Komponen Kurikulum Dalam Pembelajaran" mencakup 4 (empat) hal, diantaranya:
  1. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah.
  2. Perencanaan Pembelajaran.
    Mencakup: Alur Tujuan Pembelajaran, Asesmen, Modul Ajar, Program Prioritas Satuan Pendidikan.
  3. Pengorganisasian Pembelajaran.
    Mencakup: Muatan Kurikuler, Beban Belajar, Program Intrakurikuler, Program Ekstrakurikuler, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
  4. Sistem Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional.

Semoga, Aksi Nyata yang sudah saya (Diyan Shodik) lakukan selaku Admin Guru Dikdas Lamongan pada AKSI NYATA 2 TOPIK KURIKULUM MERDEKA TENTANG PERUBAHAN KURIKULUM dapat bermanfaat bagi bapak dan ibu guru yang lain.

Silahkan tinggalkan pesan pada kolom komentar sebagai respon umpan balik tentang Perubahan Kurikulum atau Mengapa Kurikulum Perlu diubah.

Post a Comment

2 Comments

Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan. Komentar yang bersifat spam dan mengandung sara, mohon maaf akan kami hapus.