9 Paragraf Guru Dikdas Lamongan

Pagi sekolahku, pagi siswa-siswiku, pagi teman-teman pendidik. Kuucap pagi dengan salam dan senyum yang menghantarku menuju ruang kelas 3. Ruang kelas yang bersebelahan dengan kantor sekolah.

Melihat berita, melihat wacana, melihat informasi yang kubuka melalui WA di jam rehat sejenak 30 menit saja. Penuh riuh gema suara pesan masuk yang kudengar tanpa henti di 10 detik pertama.

Di sela-sela waktu jeda istirahat, kusisipkan tulisan yang kujadikan arsip pribadi semata lantas kumuat dalam beranda facebook dan status WA. Secara pribadi masih berusaha mencoba menjadi diri yang kompetensi di era abad ini, yang kata mereka adalah abad teknologi dengan segala pernak pernik cepatnya informasi. "Yang Cepat mengalahkan yang lambat'.

Tuntutan zaman memaksa kita untuk selalu membuka cakrawala baru yang dapat pula berefek samping dan berefek positif, sehingga pada masa ini akses seseorang itu bisa cepat untuk menjadi tenar dan viral dengan segala macam status yang di unggah.

9 Paragraf Guru Dikdas Lamongan
Sebagai guru di sebuah lembaga, menjadi guru yang suka ngeblog, tak ada salahnya jika Guru Dikdas Lamongan mengajak seluruh guru maupun pemangku lembaga yang ada di Lamongan juga memiliki sebagai akses point number one sebagai bentuk geliat literasi yang di dengungkan. Wacana kompetensi akan tuntutan zaman serba teknologi yang tak sekedar share sana atau share sini atau sana sini share.

Pemanfaatan ruang-ruang maya sebuah guru maupun lembaga yang saat ini semua pelaku pegang gawai dengan bermacam-macam merk terkenal. Ruang-ruang maya itu web atau blog. Bagi sekolah saja bisa dijadikan sumber informasi, tajuk tabel alumni dan bahkan arsip lembaga yang tak kan lekang dalam bentuk literasi pengingat waktu.

Menjadi tulisan tersendiri yang bisa di mayakan akan sebuah moment cerita tiap tahunnya pada perjalanan lembaga. Semua pasti ingin bisa namun bersama siapa tulisan ini kita nikmati bersama.

Sebagai guru, apakah kita hanya cukup sebagai penikmat era teknologi ini ataukah menjadi pelaku yang turut andil dalam mengisi web blog? Mari, kita kembalikan pada diri kita masing-masing.

Tanamkan pada diri kita masing-masing untuk selalu kita isi dengan karya bukan mencela, sebagai proses dedikasi belajar sepanjang hayat.

Post a Comment

0 Comments