Momentum Tanggal Pilihan Kades di Lamongan Mengaitkan Jumlah Tujuh

Tulisan ini hanya sekedar waton guyon yang dikaitkan dengan mitos atau klenik semata.
Judulnya:

Momentum Tanggal Pilihan Kades di Lamongan Mengaitkan Jumlah Tujuh

Hanya sekedar saja tulisan ini saya buat sekedar suka-suka atau waton guyon ketika berada di Warung Kopi bersama, entah orang lain apa sudah mengaitkannya dengan pilihan Kades yang akan diselenggarakan di Lamongan pada 15 September 2019.

Menjadi unik jika hanya dipikirkan sejenak. Sekedar pemikiran pribadi atau ilmu gathuk ghatuk e kata orang Jawa. Saling mengkait-kaitkan atau mencocok cocokkan dengan istilah kode alam dan kode-kode yang lain. Apapun itu namanya, terserah bagi siapa saja yang mau memaknainya.

Pemaknaan ini saya ambil dari tanggal, bulan, dan tahun pemilihan yang akan di gelar serentak di beberapa desa di Lamongan pada 15/9/2019.

Sukanya orang jawa yang suka dan identik menghitung hari, weton, pinondo yang masih kental berupa adat dan budaya disekitar kita.
 
Jika di gathuk gathukkan seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa ini hanya pemikiran asal saja pribadi saja dan bukan dalam bentuk lain atau sekedar memunculkan image yang negatif menjatuhkan salah satu balon alias bakal calon.

Pilihan Kepala Desa di wilayah Lamongan. Ketika 15 menunjukkan tanggal, maka 9 adalah bulan yang menunjukkan September dan 19 adalah tahun dimana waktu prosesi pelaksanaan pemilihan kades.

Maka! Jika dijumlah semuanya maka: 15+9+19 adalah 43, dan bila dijumlah lagi 4+3 sama dengan 7 atau pitu.

Tujuh yang dalam arti simbol bahasa jawa adalah pitu. Maka pertanyaan gathuknya adalah!
 
Momentum Tanggal Pilihan Kades di Lamongan Mengaitkan Jumlah Tujuh
 
Siapakah nama calon kades yang akan menjabat dengan jumlah nama panggilan atau nama depan yang berjumlah pitu ini?

Semua pasti akan berdiam sejenak memikirkan jumlah huruf yang ada antara kedua, ketiga atau keempat calon kepala desa yang ada di masing-masing wilayah dengan jumlah hurufnya tujuh ini.
 
Bisa dipastikan akan menghitung nama panggilan, bahkan jika berlebih akan menjumlah seluruh nama dan membaginya hingga hasilnya adalah 7 (tujuh).

Apakah ini menjadi winarah atau pertanda bagi siapa saja calon yang akan memimpin atau meneruskan kepemimpinan bahwa nantinya ia yang menjadi?
 
Semua hanya candaan semata dengan menggathukkan adat atau budaya.

Wallahu A'lam Bishawab.(*)

Post a Comment

0 Comments