7 Macam Jenis Disabilitas Dan Pengertiannya

Setiap bayi yang lahir di dunia ini tercipta secara berbeda-beda, namun jika terlahir sama berarti kembar namanya entah itu secara fisik atau mental. Perbedaan-perbedaan ini merupakan karunia dari ciptaan Tuhan, apapun itu kita patut bersyukur atas kehendak yang diberikan. Secara umum ada beberapa jenis disabilitas, namun yang akan dibahas yakni tentang 7 Macam Jenis Disabilitas.

Selain perbedaan-perbedaan yang ada baik secara fisik yang dapat kita katakan normal dengan tidak normal patutlah kita juga mendapat pelajaran dari NYA. Perbedaan mental pun juga sama, terkadang yang abnormal dapat mengalahkan yang normal.

Terkadang, di antara samping kanan kiri terdapat anak-anak, atau orang dewasa mengalami disabilitas yang merupakan kecacatan atau kelainan manusia secara fisik dan secara mental. Kelainan dari sejak lahir atau bawaan atau kelainan yang dialami karena kecelakaan yang menjadikan permanen.

7 Macam Jenis Disabilitas Dan Pengertiannya
Umumnya orang awam Jawa ketika melihat hal ini sebagai bentuk kelainan atau disabilitas pasti akan berkata "Amit-amit jabang bayi", terenyuh, terharu jika melihatnya, tetapi kita tak boleh berkata yang bukan-bukan atau yang tak sepatutnya.

Sebagai guru atau pendidik yang mengajar di SLB (Sekolah Luar Biasa) pasti tahu akan 7 macam jenis disabilitas, akan tetapi bagaimana dengan khalayak umum. Meski masalah atau kasus yang dihadapi berbeda-beda macam jenisnya, kita juga harus tahu pengertiannya.

7 Macam Jenis Disabilitas Dan Pengertiannya

  1. Tuna Netra (Buta)Tuna Netra adalah orang yang tidak bisa melihat dengan kedua matanya. Orang yang mengalami kebutaan biasanya memiliki kemampuan mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya dengan memaksimalkan kemampuan pendengarannya lewat suara atau getaran yang didengarnya.
    Selain mengalami buta total, ada juga orang yang mengalami kebutaan parsial yaitu tidak dapat mengidentifikasi.
  2. Tuna Rungu (Tuli)
    Tuna rungu adalah orang yang tidak memiliki kemampuan mendengar sebagaimana mestinya seperti orang normal. Meski kelainan pada pendengaran tetapi yang mengalami tidak dengan kelainan yang lain, bisa saja hanya pada indra pendengaran saja. Entah dengan berbicaranya sebagaimana tuna wicara.
  3. Tuna Wicara (Bisu)
    Tuna wicara adalah orang yang tidak bisa berbicara dengan orang lain. Hal ini terkadang disebabkan oleh masalah pendengaran sejak lahir sehingga menyebabkan anak menjadi kesulitan untuk  belajar berbicara dengan normal.
  4. Tuna Daksa (Cacat Fisik)
    Tuna daksa adalah orang yang mengalami kelainan kecacatan fisik berupa cacat tubuh dan lain sebagainya yang diakibatkan oleh kerusakan otak atau kerusakan syaraf tulang belakang, kecelakaan yang dialami atau bahkann cacat sejak lahir dan lain-lain.
    Misalnya ada orang yang mengalami lumpuh atau tangandan kakinya buntung, dan lain sebagainya.
  5. Tuna Laras (Cacat Pengendalian Diri)
    Tuna laras adalah orang yang memiliki kesulitan dalam hal pendendalian diri.
    Misalnya seperti masalah mengendalikan emosi, sulit bergaul, senang menyendiri, malu tampil di depan umum dan lain sebagainya.
  6. Tuna Grahita (Keterbelakangan Mental)
    Tuna grahita adalah orang yang mengalami keterbelakangan mental sejak lahir sehingga penderita memiliki tingkat kecerdasan yang rendah di bawah kemampuan berfikir atau bertindak pada umumnya.
    Ciri keterbelakangan mental yag dialami biasanya dapat dilihat dari kelainan fisik maupun dari perilaku dan tingkahlaku abnormal yang sering ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Tuna Ganda (Cacat Kombinasi)
    Tuna ganda adalah orang yang mengalami kecacatan lebih dari satu jenis bahkan labih.
    Misalnya seperti orang yang mengalami tangan buntung sekaligus mengalami kebutaan permanen, atau orang yang memiliki cacat pada pendengarannya (tuli), sekaligus mentalnya terbelakang (idiot) dan lain-lain.
Dengan penjelasan ini, semoga dapat membantu Bapak atau Ibu Guru dalam menjelaskan tentang 7 Macam Jenis Disabilitas Dan Pengertiannya kepada peserta didik untuk dapat mengenal lebih jauh berdasarkan penjelasan terkait.

Post a Comment

1 Comments

Silahkan tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan. Komentar yang bersifat spam dan mengandung sara, mohon maaf akan kami hapus.