Guru Jangan Tinggalkan Literasi Ketika Memulai Mengajar

Guru Jangan Tinggalkan Literasi Ketika Memulai Mengajar sebagai bahan pengingat diri sendiri dan bagi bapak ibu guru khususnya.

Pengingat itu literasi membaca yang kurang lebih selama 15 menit sebelum bapak dan ibu guru memulai aktivitas belajar mengajar.

Entah literasi pada jenjang PAUD, SD, SMP atau hingga SMA sederajat, yang pada akhir-akhir ini menjadi sorotan penting khusunya di kalangan guru selaku Insan Pendidik.

Guru Jangan Tinggalkan Literasi Ketika Memulai Mengajar

Tahap Pembiasaan, Tahap Pengembangan, dan Tahap Pembelajaran merupakan 3 (tiga) tahap dalam pengembangan Literasi baik didalam kelas, luar kelas, maupun di sekolah.

Tahap Pembiasaan merupakan sikap yang perlu ditumbuhkan oleh guru kepada peserta didik secara terus menerus sehingga budaya membaca diharapkan menjadi kebiasaan yang nantinya akan berdampak pada peserta didik sebelum memulai kegiatan selanjutnya.

Wujud buah dari hasil tahap pembiasaan adalah Tahap Pengembangan, dimana guru dapat mengetahui sejauh mana pembiasaan membaca yang sudah dilakukan dengan bertanya jawab dan lain sebagainya sehingga memunculkan proses pengembangan yang dilakukan.

Melalui pengembangan ini, guru dapat menggali kemampuan peserta didik dalam membaca selain buku yang ada di dalam kelas, tetapi mengarahkan peserta didik membaca berbagai sumber yang ada. Perpustakaan misalnya yang dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi.

Interaksi, refleksi, evaluasi, analisis, kolaborasi, diskusi, tanya jawab secara langsung dan lain-lain dapat masuk pada tahap pembelajaran yang dilaksanakan di dalam proses pembelajaran atau akhir kegiatan.

Dari sinilah kebiasaan-kebiasaaan membaca sejak dini dapat dimunculkan dan dimulai sebagai pondasi agar nanti akan terasa manfaat dan dampaknya.

Secara tidak langsung menjadi hal yang lumrah, literasi membaca akan melatih otak anak secara terbiasa, saat ketika mata memandang sebuah tulisan. Entah tulisan yang terpampang atau tulisan yang sedang berjalan. Dalam benak hati secara sepintas akan mengetahui arti dan maksudnya. 

Apalagi di era digitalisasi, pentingnya membaca sangat-sangat dibutuhkan bagi guru maupun bagi peserta didik untuk memahami apa yang di inginkan dan apa yang dimaui oleh pelaku itu sendiri.

Oleh karena itu, tanamkan literasi membaca sejak dini, dimana saja, dan kapan saja.

Post a Comment

0 Comments